Viral di Medsos, Jatah MBG SMKN 1 Bandung Dikabarkan Dikembalikan, Dugaan Lauk Berjamur Jadi Sorotan

2 menit membaca View : 31
admin
Kesehatan, Peristiwa, Viral - 30 Sep 2026

TULUNGAGUNG, Waskita.news – Informasi terkait pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMKN 1 Bandung, Kabupaten Tulungagung, viral di media sosial. Unggahan tersebut menyoroti jatah makanan yang disebut dikembalikan dan tidak dikonsumsi oleh para siswa.

Dalam informasi yang beredar, jatah MBG yang dikirim untuk siswa SMKN 1 Bandung disebut mencapai sekitar 1.500 porsi lebih. Namun, seluruh ompreng atau wadah makanan tersebut dikabarkan dikembalikan dan disebut tidak dikonsumsi siswa.

Keterangan yang beredar menyebutkan, para siswa tidak diperbolehkan menyantap makanan tersebut setelah mendapatkan arahan dari guru. Kondisi itu diduga berkaitan dengan adanya makanan yang dinilai tidak layak untuk dikonsumsi.

“Ompreng jatah untuk siswa SMKN Bandung kompak dibalekne, gak ada yang dimakan karo siswa mergo sesuai arahan guru ora oleh dimakan. Iwak e dibuka berjamur ngunu kui njerone,” demikian keterangan dalam unggahan yang beredar di media sosial.

Viralnya informasi tersebut kemudian memunculkan perhatian publik terhadap kualitas dan keamanan makanan dalam pelaksanaan program MBG, khususnya makanan yang disalurkan kepada peserta didik.

Namun demikian, informasi yang beredar di media sosial tersebut masih perlu dikonfirmasi. Belum terdapat keterangan resmi yang memastikan penyebab makanan dikembalikan maupun kebenaran dugaan adanya lauk yang mengalami perubahan kondisi atau berjamur.

Klarifikasi diperlukan dari pihak SMKN 1 Bandung, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) selaku penyedia makanan, serta instansi terkait untuk memastikan jumlah makanan yang dikirim, kondisi makanan saat diterima sekolah, alasan pengembalian, dan proses penanganannya.

Apabila nantinya ditemukan makanan yang tidak memenuhi standar keamanan pangan, proses pengolahan, pengemasan, penyimpanan hingga distribusi perlu ditelusuri secara menyeluruh.

Program MBG ditujukan untuk memenuhi kebutuhan gizi peserta didik. Karena itu, keamanan, kebersihan, mutu, dan kelayakan makanan menjadi aspek penting yang harus dipastikan sebelum makanan dikonsumsi siswa.

Hingga berita ini disusun, keterangan resmi dari pihak sekolah, SPPG, maupun instansi berwenang terkait informasi viral tersebut masih diperlukan untuk memastikan fakta secara utuh dan berimbang.(Ft)

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *