Plt Bupati Tulungagung Buka Pameran Museum 2026, Tegaskan Museum sebagai Pilar Budaya Daerah

3 menit membaca View : 28
admin

TULUNGAGUNG, Waskita.news – Plt Bupati Tulungagung H. Ahmad Baharudin, S.M., M.M. resmi membuka Pameran Museum Daerah Kabupaten Tulungagung Tahun 2026 di Museum Gayatri, Selasa (22/9/2026).

Pameran yang berlangsung selama tiga hari tersebut mengusung tema “Ekspresi Seni dan Budaya: Jejak Sejarah, Identitas, dan Mahakarya”. Kegiatan ini menghadirkan beragam koleksi sejarah dan budaya, tidak hanya dari Museum Gayatri, tetapi juga dari sejumlah museum, lembaga kebudayaan, dan komunitas dari berbagai daerah.

Pembukaan pameran tersebut menegaskan perhatian Pemerintah Kabupaten Tulungagung terhadap keberadaan museum sebagai ruang pelestarian sejarah sekaligus sarana edukasi dan apresiasi budaya bagi masyarakat.

Ahmad Baharudin menegaskan, museum memiliki peran strategis dalam melestarikan, merawat, mengembangkan, dan memperkenalkan sejarah serta kebudayaan kepada masyarakat.

Menurutnya, koleksi museum bukan sekadar benda lama yang disimpan, melainkan memiliki nilai sejarah dan budaya yang dapat menjadi sumber pengetahuan bagi generasi sekarang maupun mendatang.

Museum memiliki peran strategis dalam melestarikan, merawat, mengembangkan, dan memperkenalkan sejarah serta budaya kepada masyarakat,” tutur Ahmad Baharudin.

Beragam koleksi ditampilkan dalam pameran tersebut, mulai dari wayang, arca, benda tinggalan masa klasik, benda perjuangan, artefak pendidikan dan kebudayaan, hingga berbagai benda bersejarah lainnya.

Keberagaman koleksi tersebut merepresentasikan perjalanan panjang masyarakat dari berbagai masa. Setiap benda menyimpan cerita mengenai jejak sejarah, pembentukan identitas, perkembangan seni, serta nilai budaya yang diwariskan antargenerasi.

Ahmad Baharudin mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan pameran. Ia berharap kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi ruang untuk melihat koleksi, tetapi berkembang menjadi wahana edukasi, apresiasi, dan pertukaran pengetahuan mengenai sejarah serta kebudayaan.

Pemkab Tulungagung, lanjutnya, akan terus mendorong penguatan fungsi museum melalui kolaborasi antara pemerintah, museum, komunitas, lembaga pendidikan, dan masyarakat.

Semoga Pameran Museum Daerah Kabupaten Tulungagung Tahun 2026 ini dapat menjadi ruang apresiasi dan edukasi yang mempertemukan koleksi, pengetahuan, serta berbagai ekspresi seni dan budaya dari berbagai daerah,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Tulungagung Muhamad Ardian Candra, S.STP. mengatakan, pameran tahun ini melibatkan sedikitnya enam museum dari luar daerah.

Di antaranya Museum Sukoharjo, Museum Nganjuk, Museum Universitas Airlangga (Unair), museum dari Surabaya, serta museum dari Ponorogo. Selain koleksi dari luar daerah, sejumlah stan juga menampilkan benda-benda bersejarah dari berbagai wilayah di Kabupaten Tulungagung.

Menurut Muhamad Ardian Candra, keterlibatan berbagai museum tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan museum kepada masyarakat sebagai sarana edukasi sekaligus rekreasi.

Tujuannya mengenalkan kepada masyarakat sarana edukasi dan rekreasi. Harapannya, utamanya karakter bangsa bisa tetap terjaga dan budaya juga tetap terjaga sehingga tidak punah,” katanya.

Ia menegaskan bahwa museum memiliki fungsi yang lebih luas daripada sekadar tempat penyimpanan benda bersejarah. Dengan pengelolaan dan pengembangan yang tepat, museum dapat menjadi salah satu destinasi wisata edukasi yang mampu mendekatkan masyarakat dengan sejarah dan kebudayaan.

Pemkab Tulungagung melalui Disbudpar juga terus memberikan dukungan terhadap pengembangan Museum Gayatri. Namun, pengembangan tersebut tetap diselaraskan dengan arah dan perencanaan pembangunan daerah.
“Kita dukung museum sebagai lokasi wisata, tapi kita sesuaikan dengan perencanaan pembangunan daerah,” ujar Candra.

Sebagai bagian dari penguatan tersebut, Pemkab Tulungagung merencanakan perbaikan display atau tata tampilan koleksi Museum Gayatri pada tahun ini. Pembenahan tersebut diharapkan mampu membuat penyajian koleksi lebih menarik, informatif, dan mudah dipahami pengunjung.

Langkah tersebut sekaligus memperkuat arah pengembangan Museum Gayatri sebagai ruang publik yang tidak hanya menyimpan peninggalan sejarah, tetapi juga menghadirkan pengetahuan, edukasi, dan apresiasi budaya bagi masyarakat.

Melalui pameran ini, Pemkab Tulungagung menegaskan bahwa sejarah dan budaya merupakan bagian penting dari identitas daerah yang harus terus dijaga dan diwariskan. Museum diharapkan mampu menjadi jembatan yang mempertemukan warisan masa lalu dengan generasi masa kini dan masa depan.(Ft)

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *