Pemkab Sidoarjo Buka Sinergi dengan BRI, Dorong Digitalisasi Layanan dan Optimalisasi PAD

4 menit membaca View : 49
admin waskita02

Sidoarjo ,Waskita.news – Pemerintah Kabupaten Sidoarjo membuka peluang kerja sama dengan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) untuk memperkuat pelayanan publik sekaligus mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Peluang sinergi tersebut dibahas saat Bupati Sidoarjo Subandi menerima jajaran pimpinan BRI di Pendopo Delta Wibawa, Selasa (1/9/2026). Salah satu yang hadir yakni Senior Vice President BRI Danang Andi Wijanarko.

Pertemuan tersebut membahas sejumlah potensi kolaborasi, terutama pemanfaatan jaringan dan layanan digital BRI untuk memudahkan masyarakat dalam memenuhi kewajiban daerah, termasuk pembayaran pajak dan retribusi.Dengan dukungan kanal pembayaran digital, masyarakat diharapkan tidak lagi harus menghabiskan banyak waktu untuk mengakses layanan pemerintah. Pembayaran dapat dilakukan melalui kanal yang lebih mudah, cepat, dan efisien.

Senior Vice President BRI Danang Andi Wijanarko mengatakan, kondisi fiskal daerah yang tengah menghadapi tuntutan efisiensi membutuhkan inovasi serta kolaborasi berbagai pihak.

“Dengan kondisi fiskal daerah yang sedang efisiensi, BRI bisa membantu pemerintah daerah. Kami memiliki jaringan yang luas dan aplikasi mobile yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung pelayanan kepada masyarakat,” kata Danang.

BRI, lanjut Danang, siap mengintegrasikan kanal pembayaran yang dimilikinya dengan sistem Pemerintah Kabupaten Sidoarjo. Salah satu fokusnya adalah mendukung sistem pembayaran pajak daerah melalui kanal digital, termasuk mobile banking.

“Kami akan integrasikan channel yang kami punya, termasuk mobile banking, untuk pembayaran pajak. Ini akan membantu masyarakat melakukan pembayaran dengan lebih mudah dan murah,” ujarnya.

Menurut Danang, komunikasi dengan sejumlah perangkat daerah teknis di Sidoarjo juga telah dilakukan sebagai bagian dari persiapan integrasi sistem tersebut.18 Kecamatan hingga Tingkat Desa.

Bupati Subandi menyambut baik peluang sinergi tersebut. Menurutnya, Pemkab Sidoarjo terbuka terhadap berbagai bentuk kolaborasi sepanjang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat dan mampu mendukung peningkatan PAD.

“Kami sangat bangga dan menyambut baik terobosan yang ditawarkan BRI. Apa saja yang bisa dikerjasamakan, terutama untuk peningkatan PAD dan pelayanan kepada masyarakat, tentu akan kita lihat dan kita tindak lanjuti,” ujar Subandi.

Ia mengatakan Pemkab Sidoarjo terus mendorong agar pelayanan publik semakin dekat dan mudah dijangkau masyarakat. Salah satunya dengan memperkuat konsep pelayanan terpadu di seluruh kecamatan.

“Di setiap kecamatan kita dorong pelayanan satu pintu, termasuk untuk pembayaran pajak. Ada 18 kecamatan yang bisa menjadi bagian dari percepatan pelayanan ini. Selanjutnya juga kita siapkan sampai di tingkat desa,” jelasnya.

Subandi menilai penguatan pelayanan berbasis digital menjadi penting karena Sidoarjo merupakan daerah urban dengan aktivitas masyarakat yang cukup tinggi.

Karena itu, masyarakat diharapkan tidak perlu selalu datang langsung ke kantor pemerintahan hanya untuk mendapatkan layanan tertentu.

Kerja sama yang dijajaki Pemkab Sidoarjo dan BRI tidak hanya berkaitan dengan digitalisasi pembayaran pajak dan pelayanan publik. Pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) juga menjadi salah satu sektor yang berpotensi dikolaborasikan.

BRI menyatakan kesiapannya mendukung pelaku UMKM di Sidoarjo agar dapat meningkatkan kapasitas usaha dan memperluas pasar, termasuk hingga pasar global.

“Kami juga siap bersinergi dalam pemberdayaan UMKM agar semakin banyak yang naik kelas, bahkan mampu berkembang sampai ekspor,” kata Danang.

Subandi menegaskan, Pemkab Sidoarjo tidak membatasi peluang kolaborasi hanya dengan satu lembaga perbankan. Pemerintah daerah akan membuka ruang bagi pihak-pihak yang memiliki kapasitas dan mampu memberikan dukungan terhadap peningkatan kualitas pelayanan masyarakat.

“Kita terbuka. Bukan hanya BRI atau Bank Jatim. Mana saja yang bisa masuk dan memberikan support terhadap sistem pelayanan pemerintah, monggo (silakan),” tegasnya.

Bupati berharap pembahasan dengan BRI tersebut dapat segera ditindaklanjuti melalui koordinasi perangkat daerah terkait. Dengan demikian, berbagai inovasi yang ditawarkan tidak berhenti pada tahap pembahasan, tetapi dapat diwujudkan dalam bentuk layanan yang benar-benar dirasakan masyarakat.

Penguatan kanal pembayaran digital, pelayanan terpadu hingga tingkat kecamatan dan desa, serta pemberdayaan UMKM diharapkan menjadi bagian dari upaya Pemkab Sidoarjo meningkatkan efektivitas pelayanan publik sekaligus memperkuat kemandirian fiskal daerah.

“Yang paling penting adalah bagaimana kerja sama ini memberikan kemudahan kepada masyarakat, meningkatkan pelayanan publik, dan pada akhirnya ikut meningkatkan PAD Sidoarjo,” pungkas Subandi.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *