Langkah Baru Kota Delta: Sidoarjo Terpilih Jadi Etalase Proyek InCircular Jawa Timur

3 menit membaca View : 26
admin
Pemerintahan, Peristiwa, Viral - 16 Sep 2026

SIDOARJO , Waskita.news – Kabupaten Sidoarjo resmi didapuk sebagai salah satu daerah percontohan (pilot project) untuk penerapan Proyek InCircular di Jawa Timur. Langkah strategis ini menjadi momentum penting bagi Kota Delta untuk memperkuat tata kelola sampah plastik melalui pendekatan ekonomi sirkular yang berkelanjutan.

Program nasional yang mendukung Peta Jalan dan Rencana Aksi Nasional Ekonomi Sirkular Indonesia 2025–2045 ini diluncurkan secara resmi dalam forum bertajuk  “Dari Daerah, Menuju Masa Depan Ekonomi Sirkular Indonesia” di Hotel DoubleTree by Hilton, Surabaya, Selasa (15/9/2026).

Selain Sidoarjo, terdapat empat wilayah lainnya di Jawa Timur yang turut terpilih menjadi daerah percontohan, yakni Kabupaten Gresik, Kota Malang, Kabupaten Malang, serta Kota Probolinggo. Kehadiran program ini difokuskan untuk mempertajam regulasi, mendongkrak kapasitas tata kelola, merajut kolaborasi lintas pemangku kepentingan, hingga mengoptimalkan alur material sampah kemasan dan residu di tingkat daerah.

Bupati Sidoarjo H. Subandi yang hadir langsung dalam peluncuran tersebut didampingi jajaran Bappeda dan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Sidoarjo, menyambut antusias kepercayaan ini. Menurutnya, Proyek InCircular sangat sejalan dengan visi daerah dalam menggenjot pengelolaan sampah berbasis partisipasi masyarakat.

“Pengelolaan sampah plastik ini penting. Mulai dari tingkat bank sampah sampai tingkat TPS 3R harus benar-benar kita perkuat dan memiliki komitmen yang besar,” tegas Subandi di sela-sela kegiatan.

Ia menambahkan, pemetaan fasilitas pengelolaan sampah berbasis masyarakat seperti Tempat Pengolahan Sampah Reuse, Reduce, Recycle (TPS 3R) serta bank sampah di tingkat desa hingga kawasan menjadi kunci utama agar rantai penanganan limbah bisa berjalan efektif dan berjenjang.

Tantangan Timbulan Sampah dan Sinergi Internasional

Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mengungkapkan bahwa penunjukan Jatim sebagai provinsi percontohan membawa tanggung jawab sekaligus peluang besar untuk mentransformasikan model pembangunan daerah agar lebih efisien, rendah limbah, dan ramah lingkungan.

Diakuinya, persoalan sampah masih menjadi pekerjaan rumah yang menantang bagi Jawa Timur. Berdasarkan data, volume timbulan sampah di Jatim menyentuh angka sekitar 6,5 juta ton per tahunnya, di mana baru sekitar 25 persen saja yang berhasil terkelola secara optimal.

“Tantangan tersebut tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan infrastruktur, tetapi juga menyangkut kapasitas kelembagaan, konsistensi pemilahan sampah dari sumber, dukungan pembiayaan, serta keterlibatan aktif masyarakat dan dunia usaha,” papar Emil.

Peluncuran Proyek InCircular sendiri merupakan buah kolaborasi lintas sektor antara Kementerian PPN/Bappenas bersama  Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ GmbH) serta Pemerintah Provinsi Jawa Timur, yang mendapat dukungan pendanaan langsung dari Pemerintah Jerman melalui Kementerian Federal Jerman untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (BMZ).

Melalui sinergi internasional ini, praktik baik (best practices) serta kerangka pengembangan dari lima kabupaten/kota percontohan di Jawa Timur diharapkan mampu melahirkan solusi adaptif. Nantinya, hasil dari proyek ini tidak hanya menyelesaikan persoalan lingkungan di tingkat lokal, tetapi juga diproyeksikan menjadi model pembelajaran yang dapat direplikasi oleh daerah-daerah lain di tanah air.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *