Kejar STBM Award Paripurna Nasional, Enam Titik Unggulan Sidoarjo Diverifikasi Tim Pusat

3 menit membaca View : 11
admin
Pemerintahan, Viral - 01 Okt 2026

SIDOARJO , Waskita.news— Komitmen Kabupaten Sidoarjo dalam mewujudkan sanitasi total yang berkelanjutan diuji di tingkat nasional. Sebanyak enam titik atau lokus strategis di Kota Delta resmi menjalani verifikasi lapangan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) Award Paripurna tingkat nasional, Rabu (30/9/2026).

Tim verifikator nasional turun langsung meninjau ke lapangan guna memotret secara objektif penerapan sanitasi sekaligus memastikan terjadinya transformasi perilaku masyarakat dalam merawat kesehatan lingkungan tempat tinggal mereka.

Kedatangan tim verifikator yang terdiri atas Johanes Eko Kristiyadi dari Kementerian Kesehatan dan Adam Udi Velianto dari Kementerian Dalam Negeri, didampingi lima tim pendamping asal Provinsi Jawa Timur, disambut langsung oleh jajaran Pemkab Sidoarjo. Verifikasi lapangan tersebut dibuka secara resmi oleh Pj Sekretaris Daerah Kabupaten Sidoarjo, M. Ainur Rohman, yang hadir mewakili Bupati Sidoarjo Subandi. Tampak mendampingi pula unsur Forkopimda serta kepala perangkat daerah terkait.

Dalam arahannya, Pj Sekda M. Ainur Rohman menegaskan bahwa keikutsertaan Sidoarjo dalam ajang STBM Award Paripurna 2026 bukanlah orientasi semata untuk mendulang penghargaan atau piala bergengsi. Lebih dari itu, STBM dipandang sebagai instrumen kebutuhan dasar masyarakat guna mendongkrak kualitas kesehatan dan kelestarian lingkungan secara jangka panjang.

“STBM ini tidak bisa hanya dikerjakan oleh pemerintah saja, namun butuh kekuatan kolaborasi yang solid dari pemerintah, Forkopimda, stakeholder, hingga seluruh lapisan masyarakat. Yang ingin kami pastikan adalah sejauh mana perilaku masyarakat ikut berubah seiring berjalannya program STBM,” ujar Ainur di sela kegiatan.

Ia menambahkan, keberhasilan sejati sebuah daerah dalam mengelola sanitasi tidak diukur dari megahnya sarana fisik semata, melainkan dari konsistensi warga dalam mengamalkan lima pilar STBM dalam denyut kehidupan sehari-hari. Lima pilar tersebut mencakup Stop Buang Air Besar Sembarangan (BABS), Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS), Pengelolaan Air Minum dan Makanan Rumah Tangga (PAMMRT), Pengelolaan Sampah Rumah Tangga, hingga Pengelolaan Limbah Cair Rumah Tangga.

Enam Lokus Percontohan Dinilai Tim Pusat

Dalam proses verifikasi lapangan kali ini, tim pusat menyasar enam lokus representatif yang mencerminkan inovasi sanitasi lintas sektor di Sidoarjo:

1.  Puskesmas Gedangan: Menjadi teladan penerapan prinsip *Gender Equality, Disability, and Social Inclusion* (GEDSI) dalam layanan kesehatan publik serta konsistensi pemilahan sampah rutin.

2. TPS3R Pelangi Desa Ketajen (Gedangan): Representasi pengelolaan sampah berbasis gotong royong masyarakat. Dari total 346 desa/kelurahan di Sidoarjo, sekitar 210 wilayah kini telah memiliki fasilitas TPS3R mandiri.

3. PAMSIMAS Tirta Bening Desa Becirongengor (Wonoayu): Menyediakan akses air minum berbasis masyarakat dengan cakupan hampir 300 sambungan rumah (SR) secara optimal.

4. Kampung STBM Desa Bluru Kidul (RT 14 RW 11, Sidoarjo): Kawasan juara RT Sehat 2024 yang menerapkan lima pilar STBM secara konsisten, lengkap dengan tabungan Layanan Lumpur Tinja Terjadwal (TAMARA LLTT) bekerja sama dengan Bank Delta Artha.

5. IPLT UPTD PALD & TPA Griyo Mulyo Jabon:Pusat pemrosesan akhir sampah dan lumpur tinja terpadu yang dikelola secara higienis, aman, dan berkelanjutan.

6. Stasiun Sidoarjo: Titik fasilitas publik yang dinilai sukses menerapkan standar pelayanan inklusif (GEDSI) serta pemeliharaan kebersihan yang terjadwal rapi.

Menutup rangkaian kunjungan, Johanes Eko Kristiyadi selaku perwakilan Kementerian Kesehatan memberikan apresiasi positif atas sinergi yang terbangun di Kota Delta. Secara umum, penerapan aspek sanitasi dan inklusivitas di Sidoarjo dinilai sudah berjalan sangat baik.

“Secara umum sudah sangat baik. Harapannya apa yang sudah diterapkan ini bisa terus dilakukan secara kontinu dan berkelanjutan, sehingga benar-benar mendarah daging dan menjadi budaya hidup masyarakat,” pesan Johanes.

Menanggapi hasil evaluasi tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo, dr. Lakhsmie Herawati Yuwantina, memastikan pihaknya akan segera menindaklanjuti seluruh catatan dan masukan dari tim verifikator pusat. Pihaknya berkomitmen mengawal agar implementasi STBM 5 Pilar tidak berhenti sebatas seremonial administratif, melainkan menyentuh nadi kehidupan di setiap rumah tangga.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *