Apresiasi Pahlawan Kemanusiaan, Pemkab Sidoarjo Ganjar 5.286 Pendonor Darah Rutin dengan Penghargaan

3 menit membaca View : 34
admin
Kesehatan, Pemerintahan, Viral - 19 Sep 2026

SIDOARJO , Waskita.news – Semangat kemanusiaan dan kepedulian sosial kembali berdenyut kuat di Kabupaten Sidoarjo. Sebanyak 5.286 pahlawan kemanusiaan tanpa tanda jasa yang tergabung sebagai pendonor darah sukarela resmi menerima tanda penghargaan dari Pemerintah Kabupaten Sidoarjo.

Apresiasi tinggi ini diberikan bertepatan dengan momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Palang Merah Indonesia (PMI), sebagai bentuk penghormatan atas konsistensi dan dedikasi mereka yang secara sukarela mendonorkan darah demi menyelamatkan sesama.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung secara simbolis oleh Bupati Sidoarjo H. Subandi, S.H., M.Kn., kepada para pendonor dengan frekuensi donor terbanyak di Pendopo Delta Wibawa, Sabtu (19/9/2026).

Bupati Subandi dalam arahannya menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh relawan dan pendonor darah di Kota Delta. Menurutnya, peran PMI sangat vital dalam mendukung sektor pelayanan medis, terutama pada situasi kritis seperti bencana alam maupun kecelakaan lalu lintas.

“Terima kasih kepada seluruh relawan dan pendonor yang telah memberikan sumbangsih kemanusiaan. Donor panjenengan sangat berarti untuk menyelamatkan masyarakat Sidoarjo yang membutuhkan,” ujar Subandi penuh apresiasi.

Ia juga berpesan agar para relawan tidak pernah merasa lelah untuk terus berbuat kebaikan. Kesehatan para pendonor, lanjutnya, adalah pilar utama dalam menjaga keberlanjutan misi kemanusiaan ini.

“Jangan lelah untuk terus memberikan support dan dukungan. Semoga panjenengan semua selalu sehat sehingga dapat terus mendonorkan darah,” tambahnya.

Di hadapan para tamu undangan, Bupati Subandi juga mengingatkan agar penghargaan yang diberikan tidak dinilai dari bentuk fisik atau materi cenderamatanya saja, melainkan sebagai simbol ketulusan jiwa sosial dalam merawat sesama.

Berdasarkan data Dinas Kominfo Sidoarjo, ribuan penerima penghargaan ini terbagi dalam berbagai kategori dedikasi, mulai dari frekuensi 10 kali hingga 125 kali donor.

Rinciannya meliputi:

3.650 orang untuk kategori 10 kali donor.

 1.396 orang untuk kategori 25 kali donor.

 139 oranguntuk kategori 50 kali donor.

 50 orang untuk kategori 75 kali donor.

 18 orang untuk kategori 100 kali donor.

 15 orang yang telah mencapai rekor 125 kali donor darah.

Sebagai bentuk penghormatan khusus, para pendonor yang telah mencapai 125 kali donor turut dihadiahi satu unit sepeda olahraga sebagai motivasi dan apresiasi atas rekor kesehatan serta konsistensi mereka.

Salah satu figur inspiratif yang hadir adalah Joko Murdopo (64). Di usianya yang telah senja, pria paruh baya ini tercatat telah mendonorkan darahnya sebanyak 128 kali. Konsistensi luar biasa ini tidak hanya membantu ketersediaan stok darah di Sidoarjo, tetapi juga berdampak positif langsung pada kebugaran tubuhnya.

“Alhamdulillah saya rutin tiap 4 bulan sekali karena usia sudah 60 tahun ke atas. Kalau dulu saat masih muda ya 3 bulan sekali,” tutur Joko. “Sejak rutin donor darah itu badan lebih sehat. Justru jika libur tidak donor darah gitu malah badan saya ada yang kurang,” ungkapnya mantap.

Tantangan Kebutuhan Darah di Sidoarjo

Sementara itu, Ketua Pengurus PMI Sidoarjo Andjar Surjadianto memaparkan bahwa tingkat kebutuhan darah di wilayahnya terus mengalami lonjakan seiring dengan perkembangan fasilitas dan layanan kesehatan.

Dengan jumlah penduduk Kabupaten Sidoarjo yang mencapai sekitar 2.215.288 jiwa, standar ideal kebutuhan darah berada di kisaran dua persen dari jumlah penduduk, atau sekitar 44.300 kantong darah setiap tahunnya.

Kendati demikian, realisasi di lapangan menunjukkan angka yang lebih tinggi. Pada tahun 2024, kebutuhan darah menyentuh angka 58.000 kantong, dan berada di kisaran 57.750 kantong sepanjang tahun 2025.

“Partisipasi aktif masyarakat melalui donor darah sukarela menjadi faktor penting sehingga kebutuhan darah masyarakat dapat terpenuhi,” jelas Andjar.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak perlu ragu untuk berdonor secara berkala. Berdasarkan ketentuan medis, donor darah dapat dilakukan hingga lima kali dalam setahun atau sekitar dua bulan sekali dengan tetap memperhatikan kondisi kesehatan fisik.

“Semoga semakin banyak warga yang tergerak menjadi pendonor darah sukarela sehingga ketersediaan darah yang aman dan berkualitas dapat terus terjaga untuk menyelamatkan masyarakat Sidoarjo,” pungkasnya.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *