Hari Aksara Internasional 2026, Guru SDN Sruni 2 Dorong Budaya Literasi dari Sekolah

3 menit membaca View : 47
admin
Opini, Pendidikan, Ragam, Viral - 14 Sep 2026

Sidoarjo , Waskita.news – Peringatan Hari Aksara Internasional 2026 menjadi momentum untuk kembali menguatkan budaya membaca dan menulis di lingkungan sekolah. Literasi tidak lagi cukup dimaknai sebatas kemampuan mengeja huruf atau menuliskan kata, tetapi menjadi fondasi bagi siswa untuk berpikir kritis, berani bertanya, sekaligus mampu melahirkan karya.

Pesan tersebut disampaikan Suliasih, SE., S.Pd, Sekretaris Wisata Literasi Nasional (WLN) Jatim, Guru Sekolah Dasar Negeri SDN Sruni 2 sekaligus Guru Penggerak, dalam momentum Hari Aksara Internasional 2026. Ia mengajak seluruh warga SDN Sruni 2 untuk menjadikan literasi sebagai bagian dari kebiasaan sehari-hari.

Menurut Suliasih, kemampuan membaca dan menulis merupakan pintu awal bagi anak untuk mengenal dunia yang lebih luas.

“Membaca adalah jendela dunia, menulis adalah jejak peradaban,” ujarnya kepada awak media. Senin (14/9/2026)

Ia menegaskan, pendidikan literasi harus dibangun melalui kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten. Tidak harus dimulai dengan program besar. Satu buku, satu halaman, dan satu hari membaca bisa menjadi langkah awal membentuk kebiasaan positif siswa.

“Langkah membaca hari ini akan menjadi seribu karya untuk masa depan,” katanya.

Untuk mewujudkan budaya tersebut, SDN Sruni 2 didorong memiliki sejumlah program literasi yang melibatkan siswa maupun guru. Salah satunya 15 Menit Literasi Pagi, yakni kegiatan membaca buku nonpelajaran sebelum proses belajar mengajar dimulai.

Dalam program tersebut, guru juga diharapkan ikut membaca. Kehadiran guru sebagai teladan dinilai penting agar siswa tidak merasa membaca hanya menjadi kewajiban mereka.

Selain itu, setiap kelas dapat memiliki Sudut Baca Kelas atau Pojok Literasi. Koleksi buku bisa digilir secara berkala sehingga siswa memperoleh bacaan yang beragam. Pojok tersebut juga dapat menjadi ruang untuk memajang karya siswa, mulai puisi, cerpen hingga mading.

Program berikutnya adalah Gerakan Satu Siswa Satu Karya. Setiap siswa didorong menghasilkan sedikitnya satu karya tulis setiap bulan. Bentuknya dapat berupa resensi buku, pantun, cerpen maupun tulisan sederhana lainnya.

“Yang terpenting bukan hanya membaca, tetapi bagaimana anak mampu menuangkan apa yang dibacanya menjadi sebuah karya,” jelas Suliasih.

Budaya literasi juga dapat dikembangkan melalui Jumat Bercerita dan Panggung Literasi. Setiap pekan, siswa mendapat kesempatan tampil menceritakan kembali isi buku yang telah dibacanya.

Kegiatan tersebut tidak semata-mata berkaitan dengan kemampuan memahami bacaan. Lebih jauh, siswa dilatih berbicara di depan orang lain, menyampaikan gagasan, sekaligus membangun rasa percaya diri.

Penguatan literasi juga membutuhkan dukungan keluarga. Karena itu, kolaborasi antara sekolah dan orang tua menjadi bagian penting. Salah satu gagasannya adalah gerakan 15 Menit Membacakan Dongeng di Rumah, sehingga kebiasaan membaca tidak berhenti ketika siswa meninggalkan lingkungan sekolah.

Pemanfaatan perpustakaan desa maupun perpustakaan daerah juga dapat menjadi bagian dari gerakan tersebut. Dengan demikian, akses siswa terhadap bahan bacaan semakin luas.

Hari Aksara Internasional 2026 diperingati pada 8 September 2026. Peringatan ini menandai peringatan ke-60 sejak ditetapkan oleh UNESCO. Momentum tersebut semakin menegaskan pentingnya penguatan budaya literasi sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pendidikan dan membuka akses pengetahuan bagi semua.

Suliasih berharap momentum Hari Aksara Internasional 2026 tidak berhenti sebagai peringatan tahunan. Sebaliknya, semangat tersebut harus diterjemahkan menjadi kebiasaan yang terus tumbuh di lingkungan sekolah dan keluarga.

Sebab, literasi pada akhirnya bukan sekadar persoalan seberapa banyak buku yang selesai dibaca. Literasi adalah kemampuan memahami informasi, mengolah gagasan, menyampaikan pendapat, serta menghasilkan sesuatu yang bermanfaat.

“Mulai dari satu halaman hari ini, untuk satu prestasi di masa depan. Membaca hari ini, memimpin esok hari,” pungkasnya.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *