
SIDOARJO ,Waskita.news – Status bebas rabies bukan berarti ancaman penyakit mematikan itu bisa diabaikan. Pesan tersebut mengemuka dalam momentum World Rabies Day 2026 yang diperingati Dinas Pangan dan Pertanian (DPPP) Kabupaten Sidoarjo dengan menggelar vaksinasi rabies gratis bagi hewan kesayangan masyarakat.
Layanan vaksinasi dipusatkan di Klinik Hewan atau Puskeswan Sidoarjo. Sasaran vaksinasi meliputi hewan yang berpotensi menjadi media penularan rabies, seperti anjing, kucing, hingga kera.
Program tersebut tidak sekadar menjadi agenda seremonial memperingati Hari Rabies Sedunia. Vaksinasi diposisikan sebagai langkah pencegahan sekaligus upaya membangun kesadaran masyarakat bahwa menjaga kesehatan hewan peliharaan juga berkaitan erat dengan perlindungan kesehatan manusia.
Kepala Bidang Produksi Peternakan dan Kesehatan Masyarakat DPPP Sidoarjo, Drh. Erwin Priatmoko, mengatakan kewaspadaan tetap diperlukan meski Sidoarjo dan Jawa Timur berada dalam status bebas rabies.
“Walaupun Sidoarjo bebas rabies, dan Jawa Timur juga bebas rabies, tapi kita tetap harus waspada bahwa rabies itu sangat berbahaya buat manusia,” kata Erwin.
Menurut dia, rabies merupakan salah satu penyakit zoonosis yang perlu mendapat perhatian serius. Penularannya dapat terjadi dari hewan ke manusia, terutama melalui gigitan hewan yang terinfeksi.
Karena itu, edukasi kepada pemilik hewan menjadi bagian penting dalam pencegahan. Masyarakat tidak cukup hanya memastikan hewan peliharaannya sehat, tetapi juga perlu memastikan vaksinasi dilakukan secara berkala sesuai ketentuan kesehatan hewan.
“Tujuan kita pada hari ini adalah supaya masyarakat Sidoarjo semakin paham pentingnya kesehatan, tidak hanya pada manusia, tapi juga pada hewan kesayangannya,” ujarnya.
Erwin juga mengingatkan bahwa kesehatan hewan tidak bisa dipisahkan dari kesehatan masyarakat. Sejumlah penyakit infeksi pada manusia dapat bersumber dari hewan dan dikenal sebagai zoonosis.
“ Kita harus tahu bahwa 60 persen penyakit pada manusia itu berasal dari hewan atau yang disebut dengan zoonosis,” tegasnya.
Dalam konteks rabies, kewaspadaan menjadi semakin penting karena penyakit tersebut menyerang sistem saraf. Ketika seseorang telah terpapar dan gejala klinis muncul, kondisi tersebut dapat berakibat fatal.
Karena itu, vaksinasi hewan menjadi salah satu instrumen pencegahan yang penting. Terutama bagi masyarakat yang memelihara anjing, kucing, maupun hewan lain yang memiliki risiko menjadi sumber penularan.
DPPP Sidoarjo memastikan pelayanan vaksinasi tidak hanya dilakukan saat peringatan World Rabies Day. Pelayanan kesehatan hewan akan terus dilakukan secara rutin sebagai bagian dari upaya pencegahan penyakit menular dari hewan.
Selain vaksin rabies untuk hewan kesayangan, DPPP juga menyediakan vaksin untuk mencegah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak.
“Saat ini kami punya vaksin PMK, penyakit mulut dan kuku, dan rabies. Insyaallah kami akan tetap melakukan rutin,” pungkas Erwin.
Langkah tersebut menunjukkan bahwa status bebas penyakit bukan alasan untuk menurunkan kewaspadaan. Justru pencegahan melalui vaksinasi, pengawasan kesehatan hewan, serta edukasi pemilik menjadi bagian penting untuk mempertahankan kondisi tersebut.
Bagi masyarakat, pesan sederhananya jelas: hewan sehat, lingkungan lebih aman, dan risiko penularan penyakit zoonosis dapat ditekan sejak dini



Tidak ada komentar