Sidak Proyek Jembatan Candinegoro Wonoayu: Wabup Mimik Idayana Temukan Deviasi 28 Persen, Ancam Kontraktor

3 menit membaca View : 26
admin
Pemerintahan, Ragam, Viral - 21 Sep 2026

SIDOARJO , Waskita.news — Langkah tegas diambil oleh Wakil Bupati Sidoarjo Hj. Mimik Idayana, S.A.P. saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke proyek pembangunan jembatan di Desa Candinegoro, Kecamatan Wonoayu, pada Senin (21/9/2026). Di tengah tenggat waktu yang kian mendesak jelang musim penghujan, orang nomor dua di Kabupaten Sidoarjo ini mendapati fakta mencengangkan di lapangan: proyek senilai miliaran rupiah tersebut mengalami keterlambatan parah.

Berdasarkan data perencanaan teknis yang seharusnya berjalan mulus, progres pekerjaan konstruksi di lapangan seharusnya sudah menyentuh angka 45 persen. Namun, kenyataan pahit tersaji di hadapan Wakil Bupati; realisasi fisik baru berjalan sekitar 17 persen saja. Artinya, terdapat jurang deviasi keterlambatan yang sangat mengkhawatirkan, yakni mencapai 28 persen.

Fakta Kunci Proyek Jembatan Candinegoro:

Nilai Anggaran: Sekitar Rp1,46 miliar.

Target Seharusnya: Progres fisik mencapai 45 persen.

Realisasi Lapangan: Baru mencapai 17 persen (Deviasi negatif 28 persen).

Tenggat Waktu: Harus tuntas sebelum memasuki musim hujan (November–Desember 2026).

 Temuan Khusus: Hanya dikerjakan sekitar 10 orang pekerja serta temuan besi pancang yang tidak sesuai spesifikasi perencanaan.

Menghadapi kondisi tersebut, Wabup Mimik tidak dapat menyembunyikan kekecewaannya. Ia menegaskan bahwa proyek infrastruktur publik yang menyangkut hajat hidup dan kelancaran mobilitas warga Sidoarjo tidak boleh dikerjakan secara asal-asalan atau setengah hati. Terlebih lagi, pergantian musim menuju penghujan sudah di depan mata, yang berpotensi melumpuhkan proses pengerjaan lanjutan jika tidak segera dikebut.

“Saya sidak langsung, ternyata deviasi keterlambatannya 28 persen. Padahal, ini sudah mau musim hujan. November atau Desember ini sudah harus selesai. Fakta di lapangan kondisinya masih seperti ini. Sangat mengkhawatirkan. Kontraktor harus bertanggung jawab!”* tegas Wabup Mimik Idayana di lokasi proyek.

Temuan Material Tak Sesuai Spesifikasi

Tidak hanya menyoroti lambannya progres fisik, sidak yang dilakukan Wakil Bupati Sidoarjo juga membongkar persoalan krusial lain yang tak kalah berbahaya: kualitas material bangunan. Dalam pemeriksaan teliti di area proyek, ditemukan material besi pada bagian tiang pancang yang diduga kuat tidak sesuai dengan spesifikasi teknis (spek) yang telah disepakati dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan dokumen kontrak.

Menanggapi temuan tersebut, Wabup Mimik memberikan instruksi tanpa kompromi. Ia memerintahkan pihak pelaksana proyek atau kontraktor pelaksana untuk segera membongkar dan mengganti material yang tidak sesuai spesifikasi tersebut dengan material yang benar-benar memenuhi standar teknis perencanaan.

“Tadi ada temuan besi yang tidak sesuai spek. Harus diganti. Speknya seperti apa di perencanaannya. Harus disesuaikan,” tandasnya dengan nada tegas, menggarisbawahi bahwa kualitas struktur jembatan menyangkut faktor keamanan jangka panjang bagi masyarakat.

Tuntut Akselerasi dan Tambah Tenaga Kerja

Diketahui, proyek pembangunan Jembatan Candinegoro ini disokong anggaran yang tidak sedikit, yakni menelan dana sekitar Rp1,46 miliar. Dengan alokasi anggaran dari uang rakyat tersebut, Pemkab Sidoarjo menuntut profesionalisme penuh dari pihak ketiga yang memenangi tender.

Guna mengejar ketertinggalan waktu yang terpaut jauh, Wabup Mimik secara khusus meminta kontraktor untuk melakukan akselerasi atau percepatan pekerjaan secara signifikan. Salah satu langkah mutlak yang harus diambil adalah menambah jumlah tenaga kerja di lapangan. Pasalnya, saat sidak berlangsung, pengawas mendapati bahwa pekerja yang dikerahkan hanya berjumlah sekitar 10 orang sebuah jumlah yang dinilai sangat tidak memadai untuk menyelesaikan proyek berskala strategis dalam waktu singkat.

“Pekerja yang berada di lokasi saat disidak hanya sekitar 10 orang. Itu tidak cukup. Harus lembur dan harus segera selesai sesuai target pekerjaannya,” imbuh Wabup Mimik seraya memperingatkan adanya konsekuensi tegas dan sanksi kontraktual apabila pihak kontraktor gagal memenuhi kewajiban yang telah ditentukan.

Pemerintah Kabupaten Sidoarjo berharap percepatan pengerjaan dapat segera dikebut secara maraton, tanpa sedikit pun mengorbankan kualitas konstruksi bangunan. Kehadiran jembatan ini sangat dinantikan warga Desa Candinegoro dan sekitarnya guna mendongkrak roda perekonomian lokal serta memperlancar jalur transportasi darat harian.

 

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *