Bupati Sidoarjo Minta Pengawasan SPPG Diperketat Pasca Dugaan Keracunan Massal

3 menit membaca View : 33
admin waskita02
Pemerintahan, Peristiwa, Viral - 02 Sep 2026

Sidoarjo,Waskita.news — Pemerintah Kabupaten Sidoarjo mengambil langkah tegas menyusul insiden dugaan keracunan yang menimpa ratusan santri Pondok Pesantren Mambaul Hikam, Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin. Bupati Sidoarjo Subandi meminta agar pengawasan terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) diperketat guna memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan aman dan tertib.

Hal tersebut disampaikan oleh Bupati Subandi saat melakukan peninjauan langsung ke SPPG Kalitengah, Kecamatan Tanggulangin, pada Rabu (2/9/2026). Peninjauan ini dilakukan sehari setelah ratusan santri diduga mengalami keracunan pada Selasa (1/9/2026) petang.

Dalam kegiatan peninjauan tersebut, Bupati Subandi turut didampingi oleh Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana, Kepala Dispendikbud Ridho Prasetyo, Plt. Sekda Sidoarjo Mohammad Ainur Rahman, Asisten I Ainun Amalia, Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol. Dr. Christian Tobing, serta Wakil Koordinator BGN Regional Jawa Timur Teguh Bayu Wibowo.

 

Berdasarkan hasil koordinasi dengan Dinas Kesehatan, DPMPTSP, dan Dispendikbud Sidoarjo, tercatat ada 174 SPPG di wilayah Kabupaten Sidoarjo. Dari jumlah tersebut, sebanyak 153 SPPG sudah beroperasional, sementara 21 SPPG lainnya belum mengajukan permohonan izin.

 

“Sebanyak 21 SPPG belum berizin. Hal ini telah kami sampaikan kepada BGN pusat. Karena itu, kami meminta pengawasan benar-benar diperketat agar kejadian serupa tidak terulang,” ujar Subandi.

 

Meski demikian, Subandi memastikan bahwa SPPG Kalitengah sendiri telah mengantongi izin resmi. Ia menegaskan bahwa kewenangan terkait penjatuhan sanksi maupun penghentian operasional berada di tangan Badan Gizi Nasional (BGN). Pemkab Sidoarjo senantiasa mendukung penuh program nasional ini, namun dengan catatan tata kelola dan pengawasan harus terus dibenahi.

 

Saat ini, prioritas utama Pemkab Sidoarjo adalah penanganan medis secara optimal bagi para santri yang masih menjalani perawatan di rumah sakit.

 

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Sidoarjo per 2 September 2026 pukul 13.00 WIB, total sebanyak 567 santri telah mendapatkan penanganan medis:

* **Sebanyak 457 santri** telah diperbolehkan pulang.

* **Sebanyak 80 santri** masih menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit.

* **Sebanyak 30 pasien** masih dalam tahap observasi.

 

Perawatan medis para santri tersebar di beberapa fasilitas kesehatan, antara lain RSUD Notopuro (31 pasien), RS Siti Hajar (35 pasien), RS Delta Surya (16 pasien), RS Pusura (12 pasien), RSU Aisyiyah St. Fatimah (9 pasien), serta masing-masing 1 pasien di RS Pusdik Bhayangkara, RS Anwar Medika, dan RS Arafah Anwar Medika.

 

Wakil Koordinator BGN Regional Jawa Timur, Teguh Bayu Wibowo, menjelaskan bahwa pihak BGN langsung bergerak cepat melakukan investigasi lapangan setelah menerima laporan pada Selasa malam. Surat suspensi resmi untuk dapur SPPG Kalitengah juga telah diterbitkan pada Rabu pagi.

“Pada awalnya, operasional kami hentikan sementara tadi malam. Pagi ini, surat suspensi untuk dapur tersebut telah diterbitkan,” jelas Teguh.

 

Teguh menambahkan, tim investigasi pusat akan segera datang guna menentukan kategori suspensi, apakah masuk dalam kategori ringan atau berat. Terkait penyebab pasti dugaan keracunan serta bahan makanan yang mencurigakan, pihak BGN masih mendalami dan melakukan investigasi lanjutan.

Selain itu, Teguh secara tegas membantah informasi yang beredar di media sosial mengenai adanya temuan belatung dalam makanan. Sebagai informasi, SPPG Kalitengah rata-rata mendistribusikan sekitar 2.800 porsi makanan per hari ke berbagai sekolah dan pondok pesantren, di mana sekitar 1.000 porsi di antaranya disalurkan ke ling

kungan pondok pesantren.

 

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *