Penggalang Ramu SDN Sruni 2 Dikukuhkan, Pembinaan Karakter Jadi Bekal Peserta Didik

2 menit membaca View : 121
admin
Pendidikan, Viral - 26 Sep 2026

Sidoarjo , Waskita.news – Kegiatan kepramukaan di SDN Sruni 2, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Sidoarjo, terus diarahkan sebagai bagian dari pembentukan karakter peserta didik. Salah satunya melalui pengukuhan anggota Penggalang Ramu Gugus Depan 15.41 dan 15.42 pangkalan SDN Sruni 2, Kwarran Gedangan. Sabtu ,(26/9/2026).

Pengukuhan tersebut diberikan kepada peserta Penggalang Ramu yang telah menyelesaikan Syarat Kecakapan Umum (SKU) tingkat Ramu. Capaian itu menjadi bentuk apresiasi atas usaha dan ketekunan peserta didik sekaligus motivasi untuk melanjutkan proses pembinaan ke jenjang berikutnya.

Kegiatan tersebut melibatkan jajaran pembina yang selama ini mendampingi proses pendidikan kepramukaan di SDN Sruni 2. Kak Silvi bertugas sebagai Pembina Gugus Depan (Gudep), sedangkan pembinaan Satuan Penggalang dilakukan oleh Kak Ali. Sementara itu, pembinaan Satuan Siaga didampingi Kak Pras dan Kak Yanti.

Koordinator Pramuka yang juga Guru SDN Sruni 2, Suliasih, S.Pd., yang turut melantik anggota Penggalang Ramu, mengatakan pengukuhan tidak semestinya dipandang sekadar sebagai kegiatan seremonial. Menurutnya, proses penyelesaian SKU merupakan bagian dari pendidikan yang mendorong peserta didik untuk mengenal tanggung jawab sekaligus mengembangkan kecakapan diri.

“Yang paling penting bukan hanya mereka sudah menyelesaikan SKU, tetapi bagaimana kecakapan dan nilai yang dipelajari selama mengikuti Pramuka bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Anak-anak harus belajar menjadi pribadi yang mandiri, disiplin, bertanggung jawab, dan mampu bekerja sama,” ujar Suliasih.

Ia menjelaskan, kegiatan Pramuka juga menjadi sarana untuk menanamkan nilai-nilai Trisatya dan Dasadarma Pramuka. Nilai tersebut diharapkan tidak hanya dihafalkan, tetapi dapat tercermin dalam sikap dan perilaku peserta didik.

“Pengukuhan ini kami harapkan menjadi motivasi bagi anak-anak untuk terus berkembang dan mengikuti tahapan berikutnya. Setelah dilantik, mereka justru memiliki tanggung jawab untuk menunjukkan perubahan sikap dan semakin aktif dalam kegiatan kepramukaan,” tegasnya.

Menurut Suliasih, pendidikan karakter membutuhkan proses yang berkelanjutan. Karena itu, kegiatan kepramukaan diharapkan tidak berhenti pada pencapaian SKU, tetapi menjadi pengalaman yang membentuk kebiasaan positif peserta didik.

“Harapannya, mereka semakin mandiri, disiplin, percaya diri, dan memiliki karakter yang baik. Bekal ini penting agar anak-anak tidak hanya memiliki prestasi di sekolah, tetapi juga mampu membawa nilai-nilai positif di lingkungan keluarga dan masyarakat,” pungkasnya.

 

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *