KONI Sidoarjo Punya Target Baru: Pertahankan Tahta, Bidik 2 Besar Porprov 2027

3 menit membaca View : 23
admin
Olahraga, Pemerintahan, Viral - 13 Sep 2026

SIDOARJO, Waskita.news – Tongkat estafet kepemimpinan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Sidoarjo resmi berganti. Pengurus KONI Sidoarjo masa bakti 2025–2029 dikukuhkan di Pendopo Delta Wibawa, Minggu (13/9/2026).

Prosesi pengukuhan dilakukan Ketua Umum KONI Jawa Timur Muhammad Nabil dan disaksikan Bupati Sidoarjo Subandi. M. Rafi Wibisono dipercaya memimpin KONI Sidoarjo untuk empat tahun ke depan.

Pengukuhan tersebut menjadi momentum penting bagi dunia olahraga Sidoarjo. Sebab, tantangan yang menanti bukan sekadar menjalankan roda organisasi, tetapi juga mempertahankan konsistensi prestasi daerah di tengah persaingan olahraga Jawa Timur yang semakin ketat.

Bupati Sidoarjo Subandi yang juga bertindak sebagai Dewan Pelindung KONI Sidoarjo meminta jajaran pengurus baru menjalankan amanah dengan serius. Terutama dalam memberikan perhatian terhadap atlet yang selama ini menjadi tumpuan prestasi Kabupaten Sidoarjo.

“Jangan sampai mengecewakan atlet-atlet kebanggaan Sidoarjo,” pesan Subandi dalam sambutannya.

Menurut dia, Sidoarjo memiliki potensi besar dalam pengembangan atlet berbakat. Karena itu, pembinaan olahraga tidak bisa hanya mengandalkan satu pihak.

Kolaborasi antara pemerintah daerah, KONI, dunia usaha, hingga sektor swasta dinilai menjadi kunci. Terlebih, Sidoarjo harus mulai mematangkan persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2027.

Target mempertahankan prestasi sekaligus memperbaiki posisi menjadi pekerjaan rumah bagi kepengurusan baru.

Di sisi lain, Ketua Umum KONI Sidoarjo M. Rafi Wibisono menyebut kepercayaan yang diberikan kepada generasi muda merupakan kesempatan sekaligus tanggung jawab besar.

Kepengurusan periode 2025–2029 membawa visi “Atlet Unggul dan Sidoarjo Juara.” Visi tersebut diterjemahkan melalui sejumlah program strategis yang tidak hanya mengejar medali, tetapi juga memperkuat ekosistem pembinaan olahraga.

Salah satunya melalui pembinaan atlet secara berjenjang. KONI Sidoarjo akan mendorong pembinaan sejak usia dini hingga jenjang atlet muda. Skema tersebut diharapkan mampu menghasilkan regenerasi atlet yang berkelanjutan.

Persoalan kesejahteraan atlet juga menjadi perhatian. Atlet berprestasi didorong mendapatkan bonus, beasiswa pendidikan, hingga dukungan pengembangan karier.

Langkah tersebut dianggap penting agar atlet tidak hanya dipandang sebagai peraih medali saat pertandingan, tetapi juga mendapatkan kepastian masa depan setelah karier olahraganya berakhir.

“Prestasi atlet harus dibarengi dengan perhatian terhadap masa depan mereka,” menjadi semangat dalam program kepengurusan baru tersebut.

Selain atlet, kualitas pelatih juga menjadi salah satu fokus utama. KONI Sidoarjo menempatkan peningkatan kompetensi pelatih sebagai bagian penting dari strategi peningkatan prestasi.

Sebab, atlet berkualitas membutuhkan pendampingan dari pelatih yang memiliki kapasitas dan metode pembinaan yang mumpuni.

Target pun dipasang secara terukur. Pada Porprov Jawa Timur 2027, KONI Sidoarjo membidik posisi dua besar.

Target itu tentu bukan pekerjaan ringan. Untuk mencapainya, KONI membutuhkan dukungan lintas sektor. Mulai pemerintah daerah, BUMN, BUMD, hingga dunia usaha melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR.

Dengan kepengurusan baru dan visi yang lebih terarah, KONI Sidoarjo kini dihadapkan pada satu pekerjaan besar: memastikan potensi atlet daerah tidak berhenti sebagai talenta, tetapi benar-benar menjelma menjadi prestasi.

Porprov 2027 akan menjadi salah satu panggung pembuktian pertama bagi kepengurusan M. Rafi Wibisono. Atlet unggul dan Sidoarjo juara bukan lagi sekadar slogan, melainkan target yang harus dibuktikan di arena.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *