
SIDOARJO, Waskita.news — Pemerintah Kabupaten Sidoarjo mengimbau seluruh masyarakat agar proaktif melaporkan kondisi pohon di pinggir jalan yang dinilai berisiko tumbang. Langkah ini diambil sebagai upaya preventif untuk mengantisipasi potensi kecelakaan yang dapat membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Sidoarjo, Eri Sudewo, menjelaskan bahwa warga diminta segera melapor apabila mendapati pohon di sekitar mereka yang menunjukkan tanda-tanda membahayakan. Kategori pohon yang perlu diwaspadai meliputi batang yang miring, kondisi pohon yang keropos, hingga cabang-cabang yang rapuh.
Bagi masyarakat yang ingin melaporkan pohon rawan tumbang, DLHK Sidoarjo memastikan bahwa layanan perantingan dan pengeprasan pohon ini 100% gratis tanpa dipungut biaya. Adapun prosedur pelaporannya sangat mudah:
1. Melayangkan Surat Permohonan: Warga atau pemohon cukup mengirimkan surat permohonan pengeprasan pohon kepada Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Sidoarjo.
2. Peninjauan Lapangan: Setelah surat diterima, petugas verifikasi akan langsung diterjunkan ke lokasi untuk meninjau kondisi pohon yang dilaporkan.
3. Eksekusi Cepat: Proses pengeprasan atau perantingan akan segera dilakukan begitu tahapan verifikasi selesai.
DLHK Sidoarjo sebenarnya telah memiliki agenda rutin pemeliharaan pohon di seluruh ruas jalan wilayah Sidoarjo yang lokasinya berpindah-pindah secara berkala. Kendati demikian, laporan dari masyarakat maupun pihak desa dan kecamatan kini dijadikan prioritas utama, terutama di jalur-jalur protokol yang padat arus lalu lintas.
Kepala Bidang Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau DLHK Sidoarjo, Vira Murti Krida Laksmi, menyatakan bahwa kegiatan pemeliharaan rutin ini esensial untuk mengantisipasi insiden pohon tumbang.
“Kegiatan rutin pemeliharaan pohon ini sebagai antisipasi kejadian pohon tumbang yang dapat menimpa pengguna jalan,” ujar Vira.

Sebagai wujud keseriusan penanganan, DLHK Sidoarjo mengerahkan dua tim kepras khusus yang masing-masing beranggotakan sepuluh personel. Tim ini dilengkapi dengan kendaraan penunjang berupa skylift dan truk angkut yang dipencar ke berbagai titik rawan di lapangan. Sebagai contoh, agenda perantingan prioritas sebelumnya juga telah dijalankan di Jalan Gading Fajar Sidoarjo dan Jalan Kalijaten Taman.
Lebih lanjut, Vira mengingatkan bahwa penanganan di lapangan tidak selalu seragam. Terdapat sejumlah titik yang membutuhkan kehati-hatian ekstra, terutama pada pohon-pohon yang tumbuh berdekatan dengan jaringan kabel listrik. Kondisi tersebut membuat proses perantingan membutuhkan durasi waktu yang lebih lama guna memastikan seluruh standar keselamatan kerja terpenuhi.
“Penanganan pohon satu dengan yang lainnya tidak sama, apalagi perantingan pohon-pohon yang berdekatan dengan kabel listrik, keselamatan petugas dan pengguna jalan menjadi prioritas yang harus didahulukan,”* pungkasnya.
Melalui sinergi antara kesiapsiagaan pemerintah dan partisipasi aktif masyarakat dalam memberikan laporan cepat, potensi ancaman pohon tumbang di Kabupaten Sidoarjo diharapkan dapat diminimalisasi secara optimal.



Tidak ada komentar