Direksi Baru Delta Tirta Resmi Bekerja, Target 90 Ribu Sambungan dan Cakupan Layanan di Atas 50 Persen

3 menit membaca View : 36
admin waskita02
Pemerintahan, Peristiwa, Viral - 03 Sep 2026

Sidoarjo, Waskita.news – Jajaran Direksi Perumda Delta Tirta Sidoarjo periode 2026–2031 resmi mulai bekerja. Mereka langsung dihadapkan pada sejumlah target besar, mulai dari menekan kehilangan air hingga memperluas cakupan pelayanan air bersih kepada masyarakat.

Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan Kontrak Kinerja dan Surat Pernyataan Direksi Perumda Delta Tirta Sidoarjo masa kerja 2026–2031 di Pendopo Delta Wibawa, Kamis (3/9/2026).

Kontrak kinerja itu menjadi pijakan bagi jajaran direksi dalam menjalankan perusahaan selama lima tahun ke depan. Salah satu perhatian utama adalah meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus menyelesaikan sejumlah persoalan yang masih dihadapi perusahaan, termasuk tingkat kehilangan air.

Plt Sekretaris Daerah Kabupaten Sidoarjo Mohammad Ainur Rohman menegaskan, kontrak kinerja tidak boleh berhenti sebatas dokumen administratif. Target yang telah ditetapkan harus diwujudkan melalui perbaikan kinerja yang terukur.

“Yang paling penting adalah kualitas pelayanan. Apa yang menjadi kekurangan harus bisa diperbaiki, termasuk bagaimana tingkat kehilangan airnya. Harapannya target-target yang sudah ditetapkan bisa tercapai,” ujarnya.

Menurut Ainur, tingkat kehilangan air menjadi salah satu indikator penting untuk mengukur keberhasilan kinerja Perumda Delta Tirta. Karena itu, penurunan angka kehilangan air harus menjadi bagian dari langkah perbaikan perusahaan.

“Kalau tingkat kehilangan air bisa ditekan, itu menjadi salah satu ukuran keberhasilan kinerja. Semua tentu kembali pada bagaimana pelaksanaan kontrak kinerja tersebut,” katanya.

Direktur Utama Perumda Delta Tirta Sidoarjo Luhur Pambudi Mulyono mengatakan, seluruh target yang tercantum dalam kontrak kinerja telah disiapkan sebagai arah kerja perusahaan selama lima tahun.

Pelaksanaannya, kata dia, akan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi dan kebutuhan pelayanan masyarakat.

“Target yang ada sudah kita persiapkan untuk lima tahun ke depan dan harus kita laksanakan untuk mencapai target tersebut. Kontraknya sudah jelas dan tentu ada konsekuensinya terhadap capaian kinerja,” ujar Luhur.

Salah satu pekerjaan besar direksi baru adalah menekan kehilangan air atau Non-Revenue Water (NRW). Upaya tersebut dilakukan melalui sejumlah langkah teknis, salah satunya dengan mengatur tekanan air pada jaringan distribusi.

“Contohnya, untuk kebocoran, kita harus mengatur pressure. Ini salah satu upaya untuk menekan kehilangan air sehingga air yang sudah diproduksi dapat dimanfaatkan secara optimal untuk pelayanan masyarakat,” jelasnya.

Di sisi lain, Delta Tirta juga memasang target ekspansi pelayanan yang cukup besar.

Saat ini cakupan pelayanan masyarakat disebut masih berada di kisaran 30 persen. Dalam lima tahun mendatang, perusahaan menargetkan cakupan tersebut dapat mendekati bahkan melampaui 50 persen.

Tak hanya cakupan wilayah, jumlah pelanggan juga ditargetkan meningkat signifikan hingga sekitar 90 ribu sambungan dalam lima tahun ke depan.

“Untuk cakupan pelayanan, targetnya 90 ribu sampai lima tahun ke depan. Saat ini masih sekitar 21 ribu target hingga tahun ini, sehingga ini menjadi pekerjaan besar yang harus kami lakukan secara bertahap,” ungkap Luhur.

Dalam pengembangan pelayanan, keberadaan sumber air Umbulan juga disebut menjadi salah satu bagian penting untuk mendukung keberlanjutan pelayanan air bersih di Sidoarjo.

Pengelolaan sumber daya air dan jaringan distribusi yang semakin baik diharapkan mampu meningkatkan kapasitas pelayanan kepada masyarakat.

Luhur menegaskan, peningkatan kualitas pelayanan tetap menjadi tujuan utama perusahaan.

“Yang utama adalah bagaimana pelayanan kepada masyarakat semakin baik, karena hal ini juga masuk di visi misi Bupati dan Wakil Bupati Sidoarjo,” pungkasnya.

Dengan kontrak kinerja lima tahun tersebut, tantangan Direksi Delta Tirta kini bukan sekadar mengejar angka target. Kemampuan menekan kehilangan air sekaligus memperluas akses layanan akan menjadi bagian penting dalam mengukur sejauh mana target tersebut benar-benar terealisasi.

 

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *