Sidak Pembangunan Gedung HD RSUD Sidoarjo Barat, Wabup Mimik Soroti Kualitas Material dan Keterlambatan Proyek

3 menit membaca View : 11
admin
Pemerintahan, Ragam, Viral - 01 Okt 2026

SIDOARJO , Waskita.news —Wakil Bupati Sidoarjo Hj. Mimik Idayana, S.A.P. melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap proyek pembangunan Gedung Hemodialisis (HD) Lantai 2 RSUD Sidoarjo Barat pada Rabu, 30 September 2026. Sidak ini menegaskan komitmen Pemkab Sidoarjo dalam menjaga kualitas infrastruktur publik dan memastikan penyerapan APBD berjalan secara transparan dan tepat mutu.

Dalam peninjauan tersebut, Wabup Mimik memeriksa secara langsung berbagai komponen material bangunan yang digunakan oleh pihak kontraktor pelaksana, mulai dari kerangka besi, struktur beton, hingga material pendukung konstruksi lainnya. Ia memberikan instruksi tegas agar seluruh material yang tidak sesuai spesifikasi langsung ditolak dan diganti.

“Karena ini menggunakan anggaran APBD, di mana anggaran APBD ini adalah dari dan untuk masyarakat, jadi kalau membangun harus kualitasnya benar-benar sesuai spesifikasi. Tidak boleh asal-asalan,” tegas Mimik Idayana.

Lebih lanjut, Mimik menekankan pentingnya pengawasan yang ketat terhadap standar bahan konstruksi agar memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI). Ia juga meminta tim pengawas proyek untuk tidak ragu bertindak tegas di lapangan.

“Pengawas harus mengawasi yang benar. Kalau tidak sesuai spesifikasi, bilang dan tolak! Kita pastikan material seperti besi sudah SNI, mutu beton uji tarik dan tekannya terpenuhi, dan pengerjaan dilakukan maksimal,” ujar Mimik.

Selain menyoroti kualitas fisik bangunan, peninjauan ini juga menguak adanya deviasi atau keterlambatan progres pembangunan sebesar 13 persen dari target awal 35 persen. Berdasarkan keterangan pihak pelaksana, keterlambatan tersebut dipicu oleh proses pengadaan material pendukung khusus seperti angkur dan scaffolding yang baru tersedia di tahap belakangan.

Pihak pelaksana memastikan ketersediaan material utama telah terpenuhi dan berkomitmen untuk mengejar ketertinggalan melalui penambahan tenaga kerja serta pemberlakuan jam kerja lembur (overtime).

Deviasi Proyek: Keterlambatan tercatat sebesar 13% dari target awal 35% pekerjaan.

Solusi Pelaksana: Penambahan tenaga kerja secara signifikan dan penerapan jam kerja lembur.

Ketersediaan Material: Material utama telah siap dan dipastikan memenuhi standar SNI.

Target Rampung: Seluruh pekerjaan konstruksi ditargetkan tuntas sepenuhnya pada akhir Desember 2026.

“Saya cek secara langsung mulai dari materialnya, sudah SNI semuanya. Sudah sesuai spesifikasi semuanya, cuman ada keterlambatan. Keterlambatan 13% dari target 35% pekerjaan yang harus menyelesaikan, tapi insya Allah akhir Desember 2026 ini sudah selesai semua dan akan dikejar dengan penambahan pekerja, penambahan jam lembur, serta ketersediaan material,” ungkap Mimik optimis.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Bupati Sidoarjo juga meninjau sejumlah detail arsitektur bangunan, termasuk area skybridge yang dirancang untuk menghubungkan gedung lama dengan Gedung HD Lantai 2. Tidak hanya berfokus pada struktur utama, Mimik turut memberikan arahan strategis terkait penataan lanskap dan lingkungan sekitar gedung.

Arahan tersebut mencakup perencanaan jalur pedestrian yang nyaman, ruang terbuka hijau, fasilitas tempat ibadah (masjid), serta seleksi jenis tanaman yang tepat agar tidak merusak struktur bangunan maupun fasilitas publik di sekitarnya.

Melalui langkah percepatan dan pengawasan mutu yang ketat ini, Pemkab Sidoarjo optimistis Gedung HD Lantai 2 RSUD Sidoarjo Barat dapat segera beroperasi penuh pada akhir tahun 2026 guna memberikan pelayanan kesehatan cuci darah yang optimal bagi masyarakat Sidoarjo.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *