Jalan Sehat Kepatihan Tegaskan Jogo Tulungagung, Warga Bangkit Perangi Bahaya Narkoba

3 menit membaca View : 32
admin
Olahraga, Pemerintahan, Viral - 20 Sep 2026

TULUNGAGUNG, Waskita.news -Semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap keamanan lingkungan mengemuka dalam kegiatan jalan sehat dan panggung hiburan di Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Tulungagung, Minggu (20/9/2026).

Ratusan warga memadati halaman Kantor Kelurahan Kepatihan dalam rangka menyemarakkan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum memperkuat sinergitas Jogo Tulungagung serta membangun kesadaran bersama untuk mencegah penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala BNN Kabupaten Tulungagung beserta jajaran, Forkopimcam Tulungagung, Camat Tulungagung Hari Prastijo, Kapolsek, Danramil, Lurah Kepatihan Rio Hendrawan Nusantara, S.E., perangkat kelurahan, Ketua RT/RW, LPM, Karang Taruna, tokoh masyarakat serta sejumlah undangan lainnya.

Camat Tulungagung Hari Prastijo dalam sambutannya memberikan apresiasi terhadap berbagai perubahan dan inovasi yang dilakukan Pemerintah Kelurahan Kepatihan di bawah kepemimpinan Rio Hendrawan Nusantara.

Menurut Hari, selama hampir tiga tahun kepemimpinan Rio, berbagai pembenahan telah dilakukan sehingga membawa perubahan terhadap wajah dan pelayanan Kelurahan Kepatihan.

Hampir tiga tahun dipimpin Pak Rio, Kelurahan Kepatihan sudah banyak sekali berubah dan makin maju. Saya minta warga tidak perlu menahan karier beliau. Mari kita doakan bersama agar Pak Rio sukses, naik pangkat, dan kelak bisa melanjutkan estafet kepemimpinan sebagai camat,” ujar Hari, disambut tepuk tangan dan gelak tawa warga.

Hari juga menyebut dirinya bersama Lurah Rio merupakan putra daerah kelahiran Kepatihan. Kesamaan tersebut, kata dia, menjadi ikatan moral untuk terus memberikan kontribusi terbaik bagi kemajuan wilayah.

Sementara itu, Lurah Kepatihan Rio Hendrawan Nusantara, S.E., menyampaikan apresiasi atas dukungan masyarakat serta sinergitas seluruh elemen yang selama ini terbangun.

Dalam kesempatan tersebut, Rio memaparkan sejumlah capaian dan agenda pembangunan di Kelurahan Kepatihan. Mulai dari pembenahan fasilitas pelayanan kantor kelurahan, rencana perbaikan saluran air di jalan utama melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, hingga kelanjutan pengaspalan dan pavingisasi jalan lingkungan yang telah lama dinantikan masyarakat.

Pembenahan juga menyentuh area makam kelurahan. Penataan blok A, B dan C, pemasangan penerangan serta penanda neon box dilakukan untuk menciptakan kawasan makam yang lebih tertata dan mudah dikenali.

Di tengah semarak kegiatan, BNN Kabupaten Tulungagung memberikan pesan yang tidak kalah penting,ancaman narkoba harus dihadapi bersama dan tidak boleh dianggap sebagai persoalan yang hanya menjadi tanggung jawab aparat.

Perwakilan BNN Tulungagung, Eni, menyampaikan perlunya kewaspadaan masyarakat terhadap perkembangan modus penyalahgunaan narkotika yang menyasar generasi muda.

Ia menyebut angka prevalensi penyalahgunaan narkoba di Indonesia mencapai 2,11 persen atau sekitar 4,15 juta jiwa.

Masyarakat juga diminta mewaspadai penyalahgunaan rokok elektrik atau vape. BNN mengingatkan adanya modus pencampuran cairan vape dengan zat berbahaya, termasuk etomidate, sabu cair maupun ganja cair, yang dapat dikemas menyerupai produk makanan seperti es krim atau buah-buahan.

Karena itu, peran keluarga dinilai sangat penting. Orang tua diimbau tidak hanya mengawasi, tetapi juga membangun komunikasi, mendengarkan persoalan anak, serta memberikan pendampingan agar generasi muda tidak terjerumus dalam pergaulan yang berisiko.

BNN Kabupaten Tulungagung juga mengajak masyarakat menguatkan gerakan 3B: Berani Menolak, Berani Rehabilitasi, dan Berani Lapor.

Berani Menolak berarti tegas menolak setiap ajakan maupun tawaran penyalahgunaan narkoba.

Berani Rehabilitasi berarti tidak menutup diri ketika ada anggota keluarga atau kerabat yang telah terlanjur mengalami ketergantungan narkoba, melainkan mendorong mereka mendapatkan penanganan dan rehabilitasi.

Sedangkan Berani Lapor berarti tidak membiarkan dugaan peredaran gelap narkoba berlangsung di lingkungan sekitar dan segera melaporkannya kepada pihak berwenang.

Setelah rangkaian sambutan dan sosialisasi selesai, ratusan peserta dilepas mengikuti jalan sehat mengelilingi wilayah Kelurahan Kepatihan.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan panggung hiburan dan pembagian berbagai door prize.

Semarak HUT RI ke-81 di Kepatihan akhirnya tidak berhenti pada perayaan. Di balik jalan sehat dan hiburan warga, terselip pesan kuat bahwa membangun daerah bukan hanya soal pembangunan fisik, tetapi juga menjaga keamanan, memperkuat kebersamaan, dan melindungi generasi muda dari ancaman narkoba.(Ft)

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *