Warga Sidoarjo Makin Sumringah, Dompet Lebih Tebal Berkat Jargas

4 menit membaca View : 31
admin
Pemerintahan, Ragam, Viral - 19 Sep 2026

SIDOARJO , Waskita.news — Angin segar berhembus bagi ribuan kepala keluarga di Kabupaten Sidoarjo. Program sambungan jaringan gas (jargas) bumi yang digulirkan pemerintah pusat terbukti memberikan dampak ekonomi yang masif, nyata, dan dirasakan langsung oleh masyarakat kecil. Tidak tanggung-tanggung, beban pengeluaran dapur untuk kebutuhan energi rumah tangga berhasil ditekan hingga 40 persen.

Hal tersebut mengemuka dalam peresmian sekaligus pengoperasian jargas yang dipusatkan di Desa Kalipecabean, Kecamatan Candi, Sidoarjo, pada Jumat (18/9/2026). Peresmian ini dihadiri langsung oleh Kepala Staf Kepresidenan Republik Indonesia Jenderal TNI (Purn) Prof. Dr. Dudung Abdurachman bersama Bupati Sidoarjo H. Subandi, S.H., M.Kn., jajaran forum koordinasi pimpinan daerah, serta pejabat kementerian terkait.

Solusi Nyata di Tengah Dinamika Kebutuhan Pokok

Bupati Sidoarjo H. Subandi mengungkapkan rasa syukur dan apresiasi mendalam kepada pemerintah pusat atas alokasi program strategis kerakyatan tersebut. Menurutnya, program jargas bukan sekadar infrastruktur pipa gas bawah tanah, melainkan bentuk intervensi riil pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat di tengah dinamika ekonomi.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, saya mengucapkan terima kasih atas bantuan program Bapak Presiden yang telah diterima Kabupaten Sidoarjo. Penggunaan jargas ini terbukti mampu menghemat pengeluaran rumah tangga secara signifikan, irit hingga 40 persen dibandingkan tabung LPG konvensional.” Ujar H. Subandi, S.H., M.Kn.

Subandi memaparkan perbandingan hitung-hitungan ekonomis yang dirasakan warga di lapangan. Sebelumnya, rata-rata rumah tangga harus merogoh kocek untuk membeli tiga tabung LPG 3 kilogram setiap bulannya, dengan total pengeluaran berkisar antara Rp60.000 hingga Rp65.000. Kini, dengan beralih menggunakan jargas, biaya bulanan yang harus dikeluarkan hanya berkisar antara Rp30.000 sampai Rp35.000 saja.

Perubahan drastis ini turut diamini oleh Linda, salah seorang warga Desa Kalipecabean, Kecamatan Candi. Sebelum tersambung jargas, Linda mengaku harus mengeluarkan biaya sekitar Rp70.000 per bulan untuk tiga tabung LPG. Setelah menikmati aliran gas bumi di rumahnya, pengeluaran itu merosot tajam menjadi Rp40.000 hingga Rp45.000 per bulan, atau hemat hingga setengahnya.

KSP Tegaskan Pemasangan 100 Persen Gratis Tanpa Pungutan

Sementara itu, Kepala Staf Kepresidenan RI Jenderal TNI (Purn) Prof. Dr. Dudung Abdurachman memberikan apresiasi tinggi kepada jajaran Pemkab Sidoarjo dan instansi teknis yang bergerak cepat merampungkan proyek infrastruktur ini di lapangan. Tercatat, sebanyak 7.223 sambungan rumah (SR) telah berhasil direalisasikan, tersebar di wilayah Kecamatan Waru dan Kecamatan Candi.

“Dengan waktu yang singkat, semuanya bisa berjalan lancar dan didukung penuh oleh kementerian terkait, terutama didukung secara aktif oleh Bupati Sidoarjo di lapangan.” Ujar Jenderal TNI (Purn) Prof. Dr. Dudung Abdurachman (Kepala Staf Kepresidenan RI)

Dalam kesempatan tersebut, Dudung juga secara tegas mengingatkan kepada masyarakat maupun pihak terkait bahwa seluruh proses pemasangan jaringan pipa jargas ke rumah-rumah warga penerima manfaat adalah gratis tanpa dipungut biaya sepeser pun. Ia meminta masyarakat untuk tidak ragu melaporkan jika menemukan oknum-oknum tidak bertanggung jawab yang mencoba memanfaatkan situasi demi meraup keuntungan pribadi.

Selain itu, pihak PT Perusahaan Gas Negara (PGN) yang mengelola distribusi diminta untuk terus menjaga keandalan pasokan, keamanan instalasi, serta kualitas pelayanan prima seiring dengan bertambahnya jumlah pelanggan di Kota Delta.

Infografis Singkat: Data & Proyeksi Jargas Sidoarjo

Cakupan Saat Ini: 7.223 Sambungan Rumah (SR) di Kecamatan Waru dan Candi.

Penghematan Warga:Pengeluaran energi turun dari Rp60.000–Rp65.000 menjadi Rp30.000–Rp35.000 per bulan (hemat hingga 40%).

Kepastian Hukum & Layanan: Pemasangan instalasi ke rumah warga 100% gratis, diawasi langsung oleh KSP dan Pemkab.

Target Masa Depan: Usulan perluasan sekitar 10.500 SR baru di wilayah Krian dan Tropodo pada tahun 2027.

Proyeksi 2027: Perluasan Jaringan Menuju Krian dan Tropodo

Melihat tingginya antusiasme dan besarnya manfaat ekonomis yang dirasakan warga, Pemkab Sidoarjo tidak ingin berpuas diri. Bupati Subandi menegaskan pihaknya tengah mematangkan rencana pengusulan penambahan kuota jargas baru kepada pemerintah pusat untuk tahun anggaran 2027 mendatang.

Rencananya, pengembangan dan perluasan jargas ini akan menyasar kawasan strategis lainnya, termasuk wilayah Krian serta kawasan padat penduduk seperti Tropodo. Tidak kurang dari 10.500 sambungan rumah (SR) baru diproyeksikan dapat diusulkan dalam program lanjutan tersebut.

“Mudah-mudahan dengan doa dan dukungan seluruh masyarakat Kabupaten Sidoarjo, insya Allah pada tahun 2027 Sidoarjo kembali mendapatkan alokasi program jargas tambahan. Ini adalah program kerakyatan yang berdampak langsung dan nyata bagi kesejahteraan rakyat,” pungkas Subandi optimis.

 

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *