RSUD Sidoarjo Barat Punya Layanan Dialisis, 14 Mesin Siap Layani Pasien Cuci Darah

3 menit membaca View : 22
admin
Kesehatan, Pemerintahan, Viral - 15 Sep 2026

SIDOARJO ,Waskita.news – Warga Sidoarjo bagian barat kini memiliki akses layanan kesehatan yang semakin dekat. Gedung Pelayanan Instalasi Dialisis Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sidoarjo Barat resmi diresmikan Wakil Bupati Sidoarjo Hj. Mimik Idayana, S.A.P., Selasa (15/9/2026).

Fasilitas tersebut diharapkan menjadi solusi bagi pasien yang membutuhkan terapi hemodialisis atau cuci darah. Selama ini, pasien dari wilayah barat Sidoarjo harus menempuh perjalanan lebih jauh untuk mendapatkan layanan serupa.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, saya sangat mengapresiasi hadirnya layanan ini. Sekarang, masyarakat Sidoarjo, khususnya di wilayah barat, sudah tidak perlu jauh-jauh untuk mendapatkan pelayanan dialisis atau cuci darah,” kata Mimik saat peresmian.

Tingginya kebutuhan layanan tersebut terlihat dari jumlah pasien yang telah mendaftar. Hingga peresmian digelar, tercatat sekitar 30 pasien telah mendaftarkan diri untuk mendapatkan layanan dialisis di RSUD Sidoarjo Barat.

Mimik menegaskan, pembangunan fasilitas kesehatan tidak cukup hanya dengan menyediakan gedung dan peralatan medis. Kualitas pelayanan serta sikap tenaga kesehatan terhadap pasien juga menjadi bagian penting yang harus diperhatikan.

Menurut dia, pasien membutuhkan lebih dari sekadar obat dan tindakan medis. Keramahan, senyum, perhatian, serta ketulusan tenaga kesehatan diyakini dapat memberikan rasa nyaman bagi pasien selama menjalani pengobatan.

“Orang sakit itu bukan hanya cari obat. Kalau kita melayani dengan ikhlas, memberikan senyuman, keramahan dan doa, insya Allah itu salah satu obat yang paling mujarab,” ujarnya.

Mimik juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran RSUD Sidoarjo Barat, Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo, BPJS Kesehatan Cabang Sidoarjo, Perhimpunan Nefrologi Indonesia (PERNEFRI) Jawa Timur, serta seluruh tenaga kesehatan yang terlibat dalam menghadirkan layanan tersebut.

Direktur Utama RSUD Sidoarjo Barat dr. Abdillah Segaf Al Hadad mengatakan, pihak rumah sakit telah melakukan berbagai persiapan sebelum layanan dialisis dijalankan. Mulai sarana dan prasarana, peralatan kesehatan, hingga kesiapan sumber daya manusia.

Dokter umum dan perawat yang bertugas juga telah mendapatkan pelatihan khusus. Selain itu, proses kredensialing dengan BPJS Kesehatan telah dilakukan untuk mendukung pelayanan kepada pasien peserta Jaminan Kesehatan Nasional.

Dari sisi peralatan, Instalasi Dialisis RSUD Sidoarjo Barat kini memiliki 14 mesin. Sebanyak 12 mesin diperuntukkan bagi pasien reguler, satu mesin disiapkan khusus untuk pasien hepatitis, sedangkan satu mesin lainnya menjadi mesin cadangan.

“Persiapan sudah kami lakukan, baik dari sisi alat, sarana prasarana maupun tenaga kesehatan. Kami juga memastikan tenaga yang memberikan pelayanan memiliki kompetensi sesuai kebutuhan layanan dialisis,” terang Abdillah.

Meski peresmian gedung baru dilakukan pada 15 September, pelayanan dialisis di RSUD Sidoarjo Barat sebenarnya telah berjalan sejak 1 September 2026.

Keberadaan layanan tersebut sekaligus memperkuat posisi RSUD Sidoarjo Barat sebagai salah satu fasilitas kesehatan yang diharapkan mampu menjawab kebutuhan masyarakat di wilayah barat Sidoarjo.

Bagi pasien yang membutuhkan terapi cuci darah secara rutin, jarak dan waktu tempuh menuju fasilitas kesehatan menjadi persoalan tersendiri. Karena itu, hadirnya layanan dialisis di wilayah barat bukan sekadar penambahan fasilitas, tetapi juga bagian dari upaya mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Pemkab Sidoarjo berharap layanan tersebut terus berkembang, baik dari sisi kapasitas maupun kualitas pelayanan, sehingga masyarakat mendapatkan layanan kesehatan yang mudah dijangkau, profesional, dan tetap mengedepankan sisi kemanusiaan.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *